Samarinda, 9 Oktober 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Faperta Unmul) bersama PT Adimitra Baratama Nusantara (ABN) terus memperkuat sinergi dalam pengembangan sektor pertanian berkelanjutan melalui pembahasan kerja sama pertanian terpadu berbasis zero waste. Pertemuan yang dilaksanakan pada Jumat (9/10/2026) tersebut menjadi langkah awal dalam penyusunan masterplan pengembangan kawasan pertanian terpadu pada lahan seluas 70 hektare.
Kerja sama ini diarahkan untuk mengoptimalkan pemanfaatan lahan melalui integrasi kegiatan pertanian, peternakan, penelitian, pendidikan, serta pemberdayaan masyarakat. Dalam pembahasan tersebut, Faperta Unmul juga mengusulkan penyediaan lahan seluas 1 hektare sebagai area khusus penelitian yang akan disiapkan dalam kawasan pengembangan.
Pertemuan ini dihadiri oleh jajaran pimpinan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, meliputi Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, Wakil Dekan III, serta Ketua Kelompok Kerja (Pokja) Kemahasiswaan dan Kerja Sama. Sementara itu, pihak PT ABN diwakili oleh General Manager/Kepala Teknik Tambang Djoko Budi Susilo, Manager External Relations Bambang Takariyanto, serta Superintendent Pengembangan dan Pemberdayaan Masyarakat (PPM)/CSR Sugeng Rahayu.

Lima Program Strategis Pengembangan Pertanian Terpadu
Dalam pertemuan tersebut, Faperta Unmul memaparkan lima program utama yang menjadi fokus pengembangan kerja sama, yaitu penyusunan masterplan kawasan pertanian terpadu, pengembangan lahan percontohan (demonstration plot/demplot), integrasi peternakan sebagai penghasil pupuk organik, pendampingan masyarakat Desa Jawa, serta optimalisasi program praktisi mengajar.
Penyusunan masterplan menjadi prioritas awal untuk memastikan pengembangan kawasan berjalan secara terarah dan berkelanjutan. Tahapan perencanaan akan dimulai dengan pemetaan kondisi awal lahan, penyusunan tata ruang, identifikasi aliran air, penataan bedengan, serta survei kebutuhan dan kondisi petani di sekitar kawasan.
Perencanaan tersebut akan disusun berdasarkan target jangka pendek, menengah, dan panjang, disertai rincian kebutuhan serta tahapan pelaksanaan. Kedua pihak juga membahas penyusunan jadwal pelaksanaan (time frame) dan pengaturan masa berlaku nota kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) sebagai dasar keberlanjutan kerja sama.
Pengembangan Demplot dan Pertanian Berbasis Zero Waste
Salah satu program yang menjadi perhatian adalah pengembangan demplot tanaman padi dan hortikultura sebagai sarana penerapan teknologi pertanian. Pada tahap awal, kegiatan ini direncanakan mencakup pengujian perlakuan abu terbang batubara (fly ash) dan pupuk hayati untuk mendukung kajian pemanfaatan bahan alternatif dalam kegiatan budidaya pertanian.
Pemanfaatan abu terbang sebagai sumber mineral serta potensi penggunaannya dalam pengembangan pertanian turut menjadi bahan pembahasan. Penerapannya memerlukan kajian ilmiah dan pengujian yang sesuai untuk memastikan aspek keamanan serta kelayakan pemanfaatannya.
Selain pengembangan tanaman pangan dan hortikultura, integrasi sektor peternakan juga direncanakan sebagai bagian dari penerapan konsep zero waste. Melalui pendekatan ini, limbah organik dari kegiatan peternakan diharapkan dapat dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk organik untuk mendukung kebutuhan pertanian di kawasan tersebut.
Dukungan Praktik Lapangan dan Penelitian Mahasiswa
Kerja sama ini juga membuka peluang penguatan kegiatan akademik melalui penyediaan lahan dan infrastruktur pendukung untuk praktik kerja lapangan (PKL) serta penelitian mahasiswa Universitas Mulawarman, khususnya dari Fakultas Pertanian.
Kawasan pertanian terpadu tersebut diharapkan dapat menjadi laboratorium lapangan yang menghubungkan pembelajaran akademik dengan praktik langsung di masyarakat. Kegiatan PKL yang berlangsung selama 26 hari kerja dapat dilaksanakan dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia, sementara pelaksanaan kuliah kerja nyata (KKN) tematik akan mempertimbangkan kebutuhan sarana pendukung, termasuk fasilitas dan posko kegiatan.
Selain mendukung kegiatan mahasiswa, kawasan ini juga berpotensi menjadi lokasi penelitian dosen, pengembangan inovasi teknologi pertanian, serta pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat secara berkelanjutan.

Penguatan Pendampingan dan Pemberdayaan Masyarakat
Aspek pemberdayaan masyarakat menjadi salah satu perhatian penting dalam pengembangan kerja sama ini. Faperta Unmul dan PT ABN membahas perlunya pendampingan bagi petani yang mengelola lahan di kawasan perusahaan, mulai dari persiapan lahan, proses penanaman, pemeliharaan tanaman, hingga kegiatan panen.
Mahasiswa dan dosen diharapkan dapat berkontribusi melalui transfer pengetahuan, penerapan teknologi tepat guna, serta pendampingan teknis yang sesuai dengan kebutuhan petani. Koordinasi dengan pihak PT ABN, khususnya melalui Manager External Relations Bambang Takariyanto, juga menjadi bagian dari upaya memperlancar komunikasi dengan masyarakat.
Dalam pembahasan tersebut, kedua pihak turut menyoroti pentingnya memastikan kesiapan petani, kesesuaian lokasi demplot dengan lahan garapan masyarakat, serta pengaturan pemanfaatan area penelitian agar tidak menimbulkan kendala dalam pelaksanaan kegiatan.
Optimalisasi lahan pekarangan masyarakat juga menjadi salah satu usulan yang dapat dikembangkan untuk mendukung produktivitas pertanian sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Kolaborasi Penelitian Pascatambang dan Praktisi Mengajar
Di bidang penelitian, pertemuan ini turut membahas peluang pengembangan riset yang berkaitan dengan pengelolaan lahan pascatambang, aktivitas produksi perusahaan, serta kegiatan pertanian yang melibatkan kelompok tani mitra PT ABN.
Melalui kolaborasi tersebut, diharapkan semakin banyak kegiatan penelitian yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan dan pengelolaan lingkungan PT ABN dapat melibatkan sivitas akademika Universitas Mulawarman.
Hasil penelitian nantinya diharapkan tidak hanya menghasilkan publikasi ilmiah, tetapi juga dapat disebarluaskan melalui webinar, kuliah umum, serta berbagai forum akademik lainnya. Dengan demikian, inovasi dan perkembangan teknologi terkini dapat memberikan manfaat bagi dunia pendidikan, perusahaan, masyarakat, maupun pemerintah.
Program praktisi mengajar juga menjadi salah satu bentuk sinergi yang akan dikembangkan dengan melibatkan tenaga profesional dari PT ABN dalam kegiatan pembelajaran di lingkungan Faperta Unmul. Penentuan mata kuliah dan bentuk pelaksanaannya akan dibahas lebih lanjut agar sesuai dengan kebutuhan akademik.
Peluang Pengembangan Agrowisata Berkelanjutan
Selain berfungsi sebagai kawasan pertanian produktif, lahan pengembangan seluas 70 hektare tersebut juga dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi kawasan agrowisata berbasis edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
Pengembangan agrowisata diharapkan dapat memberikan nilai tambah melalui pemanfaatan kawasan sebagai sarana pembelajaran, pengenalan teknologi pertanian, serta penguatan kegiatan ekonomi masyarakat. Untuk mendukung rencana tersebut, peluang kolaborasi dengan pemerintah setempat juga akan dijajaki.
Kegiatan pemberdayaan masyarakat yang melibatkan dosen dan mahasiswa diharapkan dapat dilaksanakan secara rutin, terprogram, serta disertai evaluasi berkala agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan.

Melalui kerja sama ini, Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman dan PT Adimitra Baratama Nusantara berharap dapat membangun model pengembangan pertanian terpadu yang produktif, inovatif, dan berwawasan lingkungan. Kolaborasi antara perguruan tinggi, dunia industri, dan masyarakat ini diharapkan menjadi langkah nyata dalam mendukung pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pembangunan pertanian berkelanjutan di Kalimantan Timur.