FAPERTA UNMUL dan PT. ABN Perkuat Sinergi Pertanian Terintegrasi di Sanga-Sanga

SANGA-SANGA — Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Faperta Unmul) terus memperluas peran akademik dan pengabdiannya dalam mendukung pemberdayaan masyarakat serta pengelolaan lahan produktif di sekitar wilayah pertambangan. Komitmen tersebut ditunjukkan melalui kunjungan Dekan Faperta Unmul, Dr. Ir. H. Fahrunsyah, M.P., bersama Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Ir. Suhardi, S.Pt., M.P., Ph.D., ke lahan pertanian binaan PT Adimitra Baratama Nusantara (PT ABN) di Kelurahan Jawa, Kecamatan Sanga-Sanga, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kamis, 1 Oktober 2026.

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya membangun sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah setempat, dan kelompok tani dalam mengembangkan pertanian yang produktif, berkelanjutan, serta adaptif terhadap karakteristik lahan di sekitar kawasan pertambangan.

Dalam kegiatan tersebut, Dekan dan Wakil Dekan III Faperta Unmul didampingi tim kelompok kerja Fakultas Pertanian, Anton, S.Sos., dan Ahmad Halim. Rombongan meninjau langsung lahan sawah, kebun hortikultura, serta Saung Kelompok Tani Setia Maju, kelompok tani yang selama ini bekerja sama dengan PT ABN dalam pemanfaatan sebagian lahan konsesi perusahaan yang tidak digunakan untuk kegiatan pertambangan.

WhatsApp Image 2026-10-02 at 00.50.18.jpeg

Dialog Langsung Bersama Petani

Agenda diawali sekitar pukul 08.00 WITA dengan dialog bersama petani di Saung Kelompok Tani Setia Maju. Dari PT ABN hadir General Manager/Kepala Teknik Tambang Djoko Budi Nugroho, General Manager Operasional Veri, serta Manager External Relations Bambang Takariyanto. Turut hadir Lurah Jawa, Sri Wahyuni Ermawati.

Pertemuan berlangsung dalam suasana akrab dan konstruktif. Para petani menyampaikan secara langsung pengalaman mereka dalam mengelola lahan, hasil pertanian yang telah diperoleh, sekaligus berbagai kendala teknis yang masih dihadapi di lapangan.

Kelompok Tani Setia Maju saat ini beranggotakan sekitar 35 orang. Mereka memanfaatkan lahan konsesi PT ABN yang tidak dibuka untuk kegiatan penambangan sebagai lahan pertanian produktif. Ke depan, kelompok tersebut berencana mengembangkan komoditas padi sawah dan tanaman hortikultura secara lebih intensif.

Para petani berharap Faperta Unmul dapat memberikan pendampingan teknis dan penyuluhan, khususnya terkait pengolahan dan pembajakan lahan, teknik penanaman, serta pemupukan yang tepat. Pendampingan tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan hasil panen pada musim tanam berikutnya.

WhatsApp Image 2026-10-02 at 00.51.13.jpeg

Dorong Konsep Smart Farming Terintegrasi

Menanggapi aspirasi petani, Dekan Faperta Unmul Dr. Ir. H. Fahrunsyah, M.P. menekankan pentingnya pengembangan sistem pertanian yang tidak hanya bertumpu pada satu komoditas, tetapi mengintegrasikan berbagai subsektor secara berkelanjutan.

“Perlu dikembangkan smart farming yang mengintegrasikan pertanian dan peternakan. Dengan begitu produktivitas bisa dioptimalkan, dan kedua sektor saling menguntungkan,” ujar Fahrunsyah.

Konsep pertanian terintegrasi tersebut dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan pada lahan binaan. Limbah tanaman, misalnya, dapat dimanfaatkan sebagai sumber pakan ternak, sementara kotoran ternak dapat diolah menjadi pupuk organik untuk memperbaiki kualitas dan kesuburan tanah.

Pendekatan tersebut sekaligus membuka peluang penerapan sistem pertanian sirkular yang lebih efisien, di mana hasil samping dari satu kegiatan produksi dapat dimanfaatkan kembali sebagai input bagi kegiatan produksi lainnya.

Bagi Faperta Unmul, model semacam ini juga dapat menjadi ruang implementasi tridarma perguruan tinggi melalui kegiatan penelitian, pengabdian kepada masyarakat, pendampingan teknologi, dan pengembangan kapasitas petani.

WhatsApp Image 2026-10-02 at 00.52.53.jpeg

Tinjau Area Tambang dan Arboretum

Usai berdialog sekitar dua jam bersama para petani, rombongan Faperta Unmul melanjutkan kunjungan ke area pertambangan PT ABN. Rombongan mendapatkan penjelasan mengenai operasional pertambangan sekaligus meninjau arboretum yang dikembangkan sebagai salah satu bentuk laboratorium hidup.

Area tersebut memberikan gambaran mengenai pentingnya pemulihan ekosistem dan pengelolaan lahan pascatambang. Dalam proses pertambangan, lahan yang telah selesai dimanfaatkan memerlukan langkah reklamasi dan revegetasi agar kondisi lingkungan dapat dipulihkan mendekati keadaan semula.

WhatsApp Image 2026-10-02 at 00.50.56.jpeg
WhatsApp Image 2026-10-02 at 00.50.42.jpeg

Aspek peningkatan kesuburan tanah, pemilihan tanaman yang sesuai, pengelolaan vegetasi, serta pemanfaatan lahan pascatambang menjadi ruang keilmuan yang sangat relevan dengan kompetensi yang dimiliki Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman.

Kunjungan lapangan tersebut sekaligus membuka peluang bagi Faperta Unmul untuk berkontribusi melalui kajian ilmiah dan penerapan teknologi pertanian dalam mendukung pengelolaan lahan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

WhatsApp Image 2026-10-02 at 00.53.06.jpeg
WhatsApp Image 2026-10-02 at 00.52.34.jpeg

Kerja Sama Akan Ditindaklanjuti

Setelah meninjau area pertambangan, rombongan kembali ke kantor PT ABN untuk membahas peluang pengembangan kerja sama secara lebih konkret.

Pertemuan menghasilkan kesepahaman untuk melanjutkan pembahasan antara Faperta Unmul dan PT ABN dalam agenda berikutnya yang direncanakan berlangsung pada 9 Oktober 2026 di Kampus Universitas Mulawarman.

“Pertemuan ini akan kami tindak lanjuti pada 9 Oktober 2026 di kampus Universitas Mulawarman untuk mendiskusikan langkah konkret, termasuk master plan dan hal-hal lainnya,” demikian disampaikan pihak PT ABN.

Pertemuan lanjutan tersebut diharapkan dapat merumuskan bentuk program yang lebih terstruktur, termasuk skema pendampingan terhadap anggota Kelompok Tani Setia Maju sebagaimana disampaikan dalam dialog di lapangan.

Sinergi antara Faperta Unmul, PT ABN, pemerintah kelurahan, dan masyarakat tani diharapkan tidak berhenti pada kegiatan pendampingan jangka pendek, tetapi berkembang menjadi model pemberdayaan masyarakat berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.

Melalui kolaborasi tersebut, lahan di sekitar kawasan pertambangan diharapkan mampu dikembangkan menjadi ruang produktif yang memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekaligus menjadi laboratorium lapangan bagi implementasi inovasi pertanian, peternakan, pengelolaan sumber daya lahan, serta reklamasi dan pemulihan ekosistem.

WhatsApp Image 2026-10-02 at 00.52.12.jpeg

Kunjungan ini sekaligus menegaskan komitmen Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman untuk terus hadir di tengah masyarakat dan memperkuat kolaborasi dengan dunia usaha dalam mewujudkan pertanian Kalimantan Timur yang produktif, inovatif, dan berkelanjutan.

Fakultas Pertanian
Universitas Mulawarman

Share: