FAPERTA UNMUL Jadi Titik Temu Kolaborasi Gerakan Petani Muda Kalimantan Timur

Siapkan Piloting 5 Hektare di Kutai Kartanegara untuk Mendorong Regenerasi Petani Modern, Adaptif, dan Berorientasi Usaha

Samarinda – Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Faperta UNMUL) menjadi titik temu kolaborasi berbagai pemangku kepentingan dalam mengawali Gerakan Petani Muda Kalimantan Timur. Inisiatif bersama ini diarahkan untuk memperkuat regenerasi petani sekaligus mendorong lahirnya generasi baru pelaku pertanian yang modern, terampil, adaptif, dan memiliki orientasi kewirausahaan.

Rapat koordinasi yang berlangsung pada Selasa, 29 September 2026, di Gedung Prof. Ir. H. Rachmad Hernadi, M.Sc., Kompleks Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, menjadi forum awal untuk menyatukan gagasan dan langkah berbagai pihak dalam menyiapkan model percontohan (piloting) pengembangan petani muda di Kalimantan Timur.

WhatsApp Image 2026-09-29 at 14.56.28 (1).jpeg

Pertemuan tersebut mempertemukan unsur pemerintah daerah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan vokasi, organisasi kepemudaan, petani milenial, serta dunia usaha. Kolaborasi lintas sektor ini dirancang agar pengembangan petani muda tidak hanya berfokus pada kegiatan budidaya, tetapi juga mencakup ekosistem pembelajaran, peningkatan kapasitas, pengembangan usaha, serta penguatan akses terhadap teknologi, pembiayaan, dan pasar.

Hadir dalam pertemuan tersebut Ketua Barisan 8 Center Kalimantan Timur, Eka Marindra Lutviandi, S.Psi., bersama jajaran sebagai penyelenggara (host) program; Kepala UPTD BPPSDMP Provinsi Kalimantan Timur, Dewi Erika Pandjaitan, S.P., M.M., M.P., beserta jajaran yang mewakili Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Kalimantan Timur; Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Dr. Ir. H. Fahrunsyah, M.P.; Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni dan Kerja Sama, Ir. Suhardi, S.Pt., M.P., Ph.D.; Kepala BPVP Samarinda, Eka Cahyana Adi, S.Pd., M.M., beserta jajaran; perwakilan GP Ansor Cabang Kutai Kartanegara; perwakilan Petani Milenial Provinsi Kalimantan Timur; serta unsur dunia usaha, Kadek Yusa.

WhatsApp Image 2026-09-29 at 14.56.28 (4).jpeg
WhatsApp Image 2026-09-29 at 14.56.28 (2).jpeg

Dari Diskusi Menuju Aksi Nyata

Rapat berlangsung secara terbuka, interaktif, dan konstruktif. Berbagai pihak menyampaikan pengalaman, gagasan, serta usulan mengenai desain pengembangan petani muda yang dapat diterapkan sesuai dengan karakteristik wilayah Kalimantan Timur. Salah satu semangat utama yang mengemuka adalah bahwa Gerakan Petani Muda Kalimantan Timur harus bergerak dari konsep menuju aksi nyata yang terukur.

Program piloting tidak hanya diposisikan sebagai kegiatan produksi pertanian, tetapi juga sebagai ruang pembelajaran untuk menguji model regenerasi petani muda. Model tersebut selanjutnya dapat dievaluasi, dikembangkan, dan direplikasi di wilayah lain. Pendekatan ini menjadi penting untuk mendorong hadirnya generasi muda yang tidak hanya menguasai teknik budidaya, tetapi juga memahami teknologi, manajemen usaha, jejaring pasar, dan kewirausahaan.

WhatsApp Image 2026-09-30 at 06.48.37.jpeg

Rapak Lembur Jadi Lokasi Piloting

Salah satu keputusan strategis dalam pertemuan tersebut adalah penetapan Rapak Lembur, Kecamatan Tenggarong, Kabupaten Kutai Kartanegara, sebagai lokasi awal pelaksanaan piloting. Lahan seluas kurang lebih 5 hektare akan dimanfaatkan sebagai kawasan awal untuk menguji model pengembangan petani muda secara terintegrasi.

Pada tahap awal, sebanyak 20 calon petani muda berusia 19–39 tahun ditargetkan terlibat dalam program ini. Mereka tidak hanya diarahkan menjadi pelaksana kegiatan budidaya, tetapi juga menjadi peserta dalam proses pembelajaran dan peningkatan kapasitas, mulai dari keterampilan teknis pertanian, pengelolaan usaha tani, hingga pengembangan kewirausahaan pertanian.

Melalui pendekatan tersebut, petani muda diharapkan dapat berkembang menjadi pelaku utama agribisnis yang mampu membaca peluang, mengelola sumber daya, memanfaatkan teknologi, serta membangun usaha pertanian yang berkelanjutan.

WhatsApp Image 2026-09-30 at 06.48.38.jpeg

Faperta UNMUL Lakukan Identifikasi Potensi Wilayah

Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman memperoleh peran penting dalam tahapan berikutnya, yakni melaksanakan Identifikasi Potensi Wilayah (IPW) melalui kunjungan langsung ke lokasi piloting. Kegiatan ini bertujuan memperoleh gambaran faktual mengenai kondisi lahan, potensi wilayah, pilihan komoditas, sumber daya pendukung, kondisi sosial, serta berbagai aspek teknis yang diperlukan untuk menyempurnakan desain program.

Pendekatan berbasis data lapangan menjadi salah satu fondasi utama program ini. Melalui IPW, perencanaan piloting diharapkan tidak dibangun berdasarkan asumsi, melainkan berdasarkan kondisi aktual dan potensi nyata kawasan. Identifikasi juga akan mencakup sumber daya manusia, calon petani muda, sarana dan prasarana, peluang usaha, serta ekosistem pendukung di sekitar wilayah piloting.

Keterlibatan perguruan tinggi diharapkan dapat menghadirkan pendekatan akademik dan ilmiah dalam perencanaan, sekaligus memastikan bahwa program yang dirancang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan wilayah.

Membangun Petani Muda dari Hulu hingga Hilir

Rapat tersebut juga menghasilkan sejumlah masukan untuk memperkuat desain piloting. Program dirancang tidak hanya berfokus pada teknik budidaya dan peningkatan produksi, tetapi mencakup keseluruhan rantai pengembangan petani muda, mulai dari model pembelajaran dan pendampingan, kebutuhan pelatihan, pemanfaatan teknologi dan metode budidaya, penguatan kelembagaan kelompok petani muda, hingga pengembangan kewirausahaan.

Selain itu, program akan memperhatikan akses pembiayaan, keterhubungan dengan pasar maupun pembeli (off-taker), monitoring dan evaluasi, serta keberlanjutan dan replikasi program. Pendekatan dari hulu hingga hilir ini diharapkan mampu memadukan kemampuan produksi dengan pemahaman pasar, pemanfaatan teknologi, penguatan sumber daya manusia, dan kelayakan usaha.

Dengan pola tersebut, Gerakan Petani Muda Kalimantan Timur diharapkan menjadi ruang tumbuh bagi generasi muda yang memandang pertanian sebagai sektor profesional dengan peluang ekonomi dan inovasi yang luas.

Perkuat Kolaborasi Pemerintah, Kampus, Pelatihan, Pemuda, dan Dunia Usaha

Pertemuan ini menegaskan pentingnya pembagian peran yang jelas di antara seluruh pihak. Masing-masing institusi dan organisasi akan menetapkan Person in Charge (PIC) sebagai penghubung dan koordinator agar komunikasi, persiapan, serta pelaksanaan kegiatan dapat berjalan lebih efektif dan terukur.

Sinergi antara pemerintah, perguruan tinggi, lembaga pelatihan, organisasi kepemudaan, petani, dan dunia usaha menjadi kekuatan utama gerakan ini. Perguruan tinggi dapat memberikan dukungan keilmuan, riset, inovasi, serta pendampingan. Pemerintah berperan dalam kebijakan dan fasilitasi, sedangkan lembaga pelatihan memperkuat kompetensi sumber daya manusia. Dunia usaha diharapkan membuka peluang pengembangan jejaring bisnis dan pasar, sementara organisasi kepemudaan dan komunitas petani menjadi bagian penting dalam mendorong regenerasi pertanian.

Ketua Barisan 8 Center Kalimantan Timur, Eka Marindra Lutviandi, menegaskan bahwa gerakan tersebut sejak awal tidak diarahkan sekadar untuk membuat sebuah kegiatan pertanian, melainkan membangun model yang benar-benar dapat menjadi ruang bagi generasi muda untuk tumbuh dan berkembang di sektor pertanian.

“Kita ingin memulai dari yang nyata. Kita lihat dulu potensi wilayahnya, siapa orangnya, apa komoditasnya, apa masalahnya, dan apa peluang usahanya. Dari sana baru kita bangun model yang bisa dijalankan dan diukur.”

Prinsip tersebut menunjukkan bahwa keberhasilan program tidak semata-mata diukur dari luas lahan atau jumlah komoditas yang dihasilkan, tetapi juga dari sejauh mana model yang dikembangkan mampu membentuk petani muda yang mandiri, profesional, kompeten, dan mampu membangun usaha.

WhatsApp Image 2026-09-29 at 14.56.28 (5).jpeg

Langkah Berikutnya: Turun ke Lapangan

Setelah rapat awal, tahapan berikutnya akan diarahkan pada aksi lapangan. Sejumlah tindak lanjut yang disepakati meliputi penetapan PIC masing-masing institusi, kunjungan bersama ke Rapak Lembur, pelaksanaan Identifikasi Potensi Wilayah oleh Faperta UNMUL, identifikasi dan finalisasi 20 calon petani muda, pengumpulan masukan teknis, penyempurnaan model piloting, serta penyusunan rencana kerja pelaksanaan program.

Kunjungan lapangan menjadi langkah penting untuk memastikan kesesuaian antara rancangan yang telah dibahas dengan kondisi aktual lokasi sebelum desain teknis program ditetapkan secara final.

Menanam Masa Depan Pertanian Kalimantan Timur

Gerakan Petani Muda Kalimantan Timur membawa misi yang lebih luas daripada sekadar pembangunan kawasan pertanian. Gerakan ini menjadi bagian dari upaya mempersiapkan regenerasi sumber daya manusia pertanian Kalimantan Timur melalui model kolaborasi yang menghubungkan pendidikan, pelatihan, teknologi, kewirausahaan, pembiayaan, serta pasar.

Piloting di Rapak Lembur seluas kurang lebih 5 hektare dengan melibatkan 20 calon petani muda akan menjadi langkah awal untuk menguji, mempelajari, mengevaluasi, dan menyempurnakan model sebelum dikembangkan dalam skala yang lebih luas. Seluruh pihak yang hadir juga menyatakan dukungan untuk melanjutkan koordinasi dan melakukan kunjungan lapangan sebagai tahapan berikutnya.

WhatsApp Image 2026-09-29 at 14.56.28.jpeg

Melalui keterlibatan aktif Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman bersama pemerintah daerah dan berbagai mitra strategis, kolaborasi ini diharapkan dapat melahirkan petani muda Kalimantan Timur yang inovatif, berdaya saing, melek teknologi, berorientasi bisnis, sekaligus mampu menjaga keberlanjutan pertanian daerah.

Sebab, masa depan pertanian tidak hanya ditentukan oleh seberapa luas lahan yang tersedia, tetapi juga oleh generasi yang akan mengelolanya, teknologi yang digunakan, dan seberapa kuat ekosistem yang mendukung mereka untuk tumbuh.

Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman — Bersama Membangun Generasi Pertanian Masa Depan.

Share: