SAMARINDA — Antusiasme mahasiswa Universitas Mulawarman terhadap penguasaan teknologi drone terlihat luar biasa dalam kegiatan “Smart Drone Training: Pelatihan Dasar Drone untuk Generasi Digital” yang diselenggarakan pada Senin, 31 Agustus 2026, di Gedung Prof. Rachmad Hernadi, Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman.
Pelatihan yang semula menargetkan 100 peserta tersebut berhasil menarik minat 125 mahasiswa, atau melampaui target hingga 25 persen. Tingginya jumlah peserta menunjukkan bahwa teknologi drone semakin diminati sebagai keterampilan strategis untuk mendukung pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta kebutuhan dunia kerja di era transformasi digital.

Peserta berasal dari berbagai disiplin ilmu yang tersebar di tujuh fakultas, yaitu Fakultas Pertanian, Fakultas Teknik, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Fakultas Kehutanan dan Lingkungan Tropis, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, serta Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik.
Keberagaman latar belakang peserta memperlihatkan bahwa pemanfaatan drone tidak lagi terbatas pada fotografi dan dokumentasi. Teknologi ini telah berkembang menjadi perangkat penting dalam pemetaan wilayah, pemantauan topografi dan sumber daya alam, pengawasan lahan pertanian dan perkebunan, identifikasi populasi ternak, pengelolaan lingkungan, mitigasi bencana, hingga pengumpulan data untuk berbagai kepentingan riset.
Kegiatan yang dilaksanakan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman bersama Drone Pilot Academy oleh PT Urban Edukasi tersebut menghadirkan instruktur profesional dari Drone Pilot Academy, yaitu Adi Putra Anggara, S.St., M.Pd. dan Dian Noor Arthadi, S.P., M.P. Keduanya membekali peserta dengan materi pengenalan dan dasar-dasar teknologi drone, teknik pengoperasian, prosedur keselamatan penerbangan, serta praktik melalui flight simulator.
Wakil Dekan-III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Ir. Suhardi, S.Pt., M.P., Ph.D. menyampaikan bahwa mahasiswa tidak cukup hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi harus mampu menguasai dan memanfaatkannya untuk menghasilkan data, inovasi, dan solusi nyata bagi masyarakat.

Peserta juga diingatkan bahwa kemampuan menerbangkan drone harus disertai pemahaman mengenai keselamatan, etika, regulasi, dan tanggung jawab dalam penggunaannya. Kompetensi tersebut penting agar pemanfaatan drone dapat dilakukan secara profesional, aman, dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Besarnya animo mahasiswa menjadi dorongan bagi Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman untuk melanjutkan program ini melalui Smart Drone Training Batch 2. Selain itu, akan disiapkan pelatihan tingkat lanjut yang diarahkan pada program sertifikasi pilot drone.
Program lanjutan tersebut diharapkan dapat melahirkan mahasiswa yang tidak hanya terampil mengoperasikan drone, tetapi juga memiliki kompetensi profesional yang diakui. Ke depan, keterampilan ini dapat dikembangkan untuk mendukung kegiatan magang, penelitian multidisiplin, pengabdian kepada masyarakat, pemetaan potensi wilayah, serta pembangunan Kalimantan Timur dan Ibu Kota Nusantara berbasis teknologi.


Smart Drone Training menjadi bukti bahwa kolaborasi lintas fakultas mampu menghadirkan ruang pembelajaran yang adaptif, aplikatif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Dari ruang pelatihan di Gedung Prof. Rachmad Hernadi, semangat generasi digital Universitas Mulawarman diterbangkan lebih tinggi, menuju mahasiswa yang inovatif, kompeten, dan siap menghadapi kebutuhan dunia profesional.
