Audiensi dan Kerja Sama Strategis Program Smart Farming Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman dengan DPW Barisan Delapan Center Kalimantan Timur

Samarinda – Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman melaksanakan audiensi dan diskusi strategis bersama Dewan Pimpinan Wilayah Barisan Delapan Center (DPW B8C) Kalimantan Timur dalam rangka menginisiasi pengembangan program “Desa Pertanian Modern Berbasis Digital.” Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun sinergi antara perguruan tinggi, organisasi masyarakat, pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat pembangunan pertanian modern serta mendukung terwujudnya ketahanan dan swasembada pangan nasional, khususnya di wilayah Kalimantan Timur sebagai daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).

Dalam pertemuan tersebut, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Dr. Ir. H. Fahrunsyah, M.P., didampingi Wakil Dekan III Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Ir. Suhardi, S.Pt., M.P., Ph.D., melakukan diskusi intensif bersama Ketua DPW B8C Kalimantan Timur, Eka Marindra Lutviandi S.Psi , dan Wakil Ketua, Bambang Irawan. Pembahasan difokuskan pada peluang kerja sama dalam penerapan teknologi pertanian modern, penguatan kapasitas sumber daya manusia, pendampingan petani, pengembangan riset terapan, serta pembangunan ekosistem pertanian digital yang produktif, efisien, dan berkelanjutan.

Program “Desa Pertanian Modern Berbasis Digital” merupakan salah satu bentuk dukungan konkret terhadap Asta Cita Presiden Republik Indonesia, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan, meningkatkan produktivitas pertanian, serta mendorong kemandirian ekonomi masyarakat perdesaan. Program ini diharapkan mampu menghadirkan model pertanian yang tidak hanya bertumpu pada peningkatan hasil produksi, tetapi juga mengintegrasikan teknologi digital, efisiensi penggunaan sarana produksi, pengelolaan data, penguatan kelembagaan petani, dan perluasan akses pasar.

WhatsApp Image 2026-07-29 at 10.35.48 (1).jpeg

Sebagai implementasi awal, telah dikembangkan lahan percontohan atau pilot project produktif seluas 16 hektare di Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Kabupaten Kutai Kartanegara. Lahan tersebut dikelola secara terpadu dengan mengombinasikan komoditas hortikultura, tanaman atsiri, dan tanaman pangan berupa padi. Diversifikasi komoditas ini dirancang untuk meningkatkan produktivitas lahan, memperluas sumber pendapatan petani, mengurangi risiko usaha tani, serta menciptakan sistem produksi yang lebih adaptif terhadap perubahan iklim dan dinamika pasar.

Penerapan konsep smart farming pada lahan percontohan diarahkan pada penggunaan teknologi tepat guna dan sistem digital dalam mendukung kegiatan budidaya, mulai dari perencanaan tanam, pemantauan kondisi lahan dan tanaman, pengelolaan air dan pemupukan, pengendalian organisme pengganggu tanaman, hingga pencatatan produksi dan pemasaran hasil pertanian. Integrasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan ketepatan pengambilan keputusan, efisiensi penggunaan input, produktivitas, kualitas hasil panen, dan daya saing produk pertanian lokal.

Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman diharapkan berperan sebagai pilar akademik dan ilmiah melalui penyediaan tenaga ahli lintas bidang, pelaksanaan kajian dan riset terapan, pendampingan teknologi, pelatihan petani, serta pelibatan dosen dan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran berbasis lapangan. Kerja sama ini juga berpotensi dikembangkan melalui program magang, praktik kerja lapangan, penelitian mahasiswa, pengabdian kepada masyarakat, hilirisasi inovasi, serta penyusunan model pengembangan desa pertanian digital yang dapat direplikasi di wilayah lain.

Audiensi ini juga membahas rencana pelaksanaan Panen Raya Padi dan Peresmian Ekosistem Pertanian Digital pada Agustus 2026. Kegiatan tersebut direncanakan dihadiri oleh Menteri dan Wakil Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal Republik Indonesia, jajaran direksi BUMN, pemerintah daerah, akademisi, pelaku usaha, kelompok tani, serta pemangku kepentingan lainnya. Momentum tersebut diharapkan menjadi tonggak penting dalam memperkenalkan model kolaborasi pembangunan pertanian berbasis teknologi yang melibatkan unsur pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, organisasi masyarakat, dan petani.

WhatsApp Image 2026-07-29 at 10.35.48.jpeg

Melalui kerja sama strategis ini, Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman dan DPW B8C Kalimantan Timur berkomitmen mendorong lahirnya ekosistem pertanian yang maju, mandiri, modern, inklusif, dan berkelanjutan. Kolaborasi tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan peningkatan produksi pangan, tetapi juga melahirkan petani yang adaptif terhadap teknologi, membuka peluang usaha dan lapangan kerja bagi generasi muda, memperkuat ekonomi perdesaan, serta mendukung Kalimantan Timur sebagai kawasan strategis penyangga ketahanan pangan IKN dan nasional.

Share: