[Liputan Kegiatan] Webinar Series #11 Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman “Transformasi Digital Pertanian melalui Smart Farming dan Artificial Intelligence untuk Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan”

Webinar Series #11 Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman

“Transformasi Digital Pertanian melalui Smart Farming dan Artificial Intelligence untuk Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan”

Samarinda, 13 Agustus 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman kembali menyelenggarakan Webinar Series #11 bertema “Transformasi Digital Sektor Pertanian melalui Smart Farming dan Artificial Intelligence untuk Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan”. Kegiatan ini menjadi ruang berbagi pengetahuan mengenai pemanfaatan teknologi digital, kecerdasan buatan, pertanian presisi, dan penguatan rantai nilai pertanian untuk menjawab tantangan ketahanan pangan masa depan.

Webinar dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan melalui YouTube. Kegiatan ini diikuti oleh 310 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi, serta masyarakat umum. Antusiasme peserta menunjukkan tingginya perhatian terhadap perkembangan teknologi yang mampu meningkatkan efisiensi, produktivitas, ketepatan pengambilan keputusan, dan keberlanjutan sistem pertanian.

Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Ahmad Rizkuna, S.Pt., M.Si., kemudian dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Dr. Ir. H. Fahrunsyah, M.P. Dalam pembukaannya, kegiatan ini ditekankan sebagai bagian dari upaya perguruan tinggi untuk memperluas literasi teknologi pertanian sekaligus memperkuat kolaborasi antara akademisi, praktisi, pelaku usaha, dan masyarakat.

WhatsApp Image 2026-08-18 at 08.07.41.jpeg
WhatsApp Image 2026-08-18 at 08.07.40.jpeg

Diskusi dipandu oleh Isran Mohamad Pakaya, S.TP., M.Sc. selaku moderator. Webinar menghadirkan tiga narasumber dengan latar belakang akademisi dan praktisi yang membahas transformasi digital pertanian dari sisi kecerdasan buatan, sistem pertanian presisi, serta penerapan smart agriculture pada rantai nilai usaha pertanian skala kecil.

Screenshot 2026-08-18 082016.png

Narasumber pertama, Prof. Dr. Anindita Septiarini, S.T., M.Cs., Guru Besar Jurusan Teknik Informatika Universitas Mulawarman, menyampaikan materi berjudul “Smart Agriculture: Transformasi Digital Berbasis Artificial Intelligence untuk Mendukung Ketahanan Pangan Berkelanjutan”. Paparan tersebut membahas peran kecerdasan buatan dalam mengolah data pertanian, membantu pemantauan kondisi lahan dan tanaman, serta mendukung pengambilan keputusan secara lebih cepat dan akurat. Penerapan AI membuka peluang bagi sistem pertanian yang lebih adaptif, efisien, dan responsif terhadap perubahan lingkungan.

WhatsApp Image 2026-08-18 at 08.07.41 (1).jpeg
Screenshot 2026-08-18 082332.png

Narasumber kedua, Prof. Dr. Ir. Lilik Sutiarso, M.Eng., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., Guru Besar Departemen Teknik Pertanian dan Biosistem Universitas Gadjah Mada, menyampaikan materi “Penerapan Teknologi dalam Sistem Pertanian Presisi”. Materi ini menjelaskan penerapan teknologi untuk mengelola variasi kondisi lahan dan tanaman secara lebih tepat melalui penggunaan data, sensor, pemetaan, sistem navigasi, dan mekanisasi. Pertanian presisi diarahkan agar input produksi dapat diberikan sesuai kebutuhan sehingga penggunaan sumber daya menjadi lebih efisien dan dampak lingkungan dapat ditekan.

Screenshot 2026-08-13 103918.png
Picture2.png

Narasumber ketiga, AA Gede Agung Wedhatama P, M.Eng., Agrosociopreneur dan Pendiri Komunitas Petani Muda Keren, menyampaikan materi “Small Scale Value Chain Smart Agriculture”. Paparan ini menekankan bahwa transformasi digital juga relevan bagi usaha pertanian skala kecil. Teknologi perlu diterapkan sesuai kebutuhan, kemampuan, dan permasalahan nyata petani, serta diintegrasikan dari proses produksi hingga pemasaran agar mampu memperkuat rantai nilai dan meningkatkan posisi tawar petani.

Screenshot 2026-08-13 105756.png
Picture3.png

Melalui paparan para narasumber dan sesi diskusi, peserta memperoleh pemahaman bahwa transformasi digital tidak hanya berkaitan dengan penggunaan perangkat canggih, tetapi juga dengan kemampuan mengubah data menjadi dasar keputusan, memilih teknologi yang tepat guna, serta membangun model usaha yang memberi manfaat ekonomi dan sosial. Penerapan teknologi perlu disesuaikan dengan skala usaha, karakter komoditas, kesiapan sumber daya manusia, dan tujuan yang ingin dicapai.

Screenshot 2026-08-18 081217.png

Webinar Series #11 diharapkan dapat mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia pertanian, memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan pelaku usaha, serta memperluas adopsi teknologi yang inklusif. Dengan kolaborasi yang konsisten, smart farming, artificial intelligence, dan pertanian presisi dapat menjadi instrumen penting untuk membangun sistem pangan yang produktif, tangguh, dan berkelanjutan.

Bagikan: