[Liputan Kegiatan] Webinar Series #12 Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman “Inovasi Pangan Berbasis Bukti untuk Ketahanan Pangan yang Aman, Legal, dan Dipercaya”

Samarinda, 09 September 2026 – Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman menyelenggarakan Webinar Series #12 bertema “Inovasi Pangan Berbasis Bukti untuk Ketahanan Pangan yang Aman, Legal, dan Dipercaya”. Kegiatan ini menjadi forum edukasi dan diskusi mengenai pentingnya bukti ilmiah, kepatuhan terhadap regulasi, serta kolaborasi lintas sektor dalam menghasilkan inovasi pangan yang aman, bermanfaat, dan dapat dipercaya oleh masyarakat.

WhatsApp Image 2026-09-10 at 08.35.26 (4).jpeg

Webinar dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting dan disiarkan melalui YouTube. Kegiatan ini diikuti oleh 407 peserta yang terdiri atas mahasiswa, dosen, peneliti, praktisi, serta masyarakat umum. Tingginya partisipasi menunjukkan besarnya perhatian masyarakat terhadap inovasi pangan yang tidak hanya menarik dan kompetitif, tetapi juga memenuhi persyaratan keamanan, legalitas, dan kebenaran klaim.

Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan Ketua Panitia, Agustu Sholeh Pujokaroni, M.Sc., Ph.D., kemudian dibuka secara resmi oleh Wakil Dekan I Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Prof. Dr. sc. agr. Nurhasanah, S.P., M.Si. Pelaksanaan webinar ini menegaskan peran perguruan tinggi dalam memperkuat literasi pangan berbasis sains sekaligus menjembatani komunikasi antara akademisi, regulator, pelaku usaha, dan masyarakat.

WhatsApp Image 2026-09-10 at 08.35.26 (5).jpeg
Picture2.png

Diskusi dipandu oleh Dr. Nur Amaliah, S.TP., M.Si. selaku moderator. Webinar menghadirkan tiga narasumber dari unsur regulator, akademisi, dan asosiasi industri untuk membahas inovasi pangan dari sudut pandang pengawasan dan regulasi, pengelolaan bukti serta risiko, dan kebutuhan penerapan regulasi teknis dalam dunia usaha.

WhatsApp Image 2026-09-10 at 08.35.25 (1).jpeg

Narasumber pertama, Agung Kurniawan, S.T., M.M., Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan di Samarinda, menyampaikan materi berjudul “Regulasi sebagai Penjaga Kepercayaan: Menjamin Pangan Olahan dan Berklaim yang Aman, Terbukti, serta Tidak Menyesatkan”. Materi ini menekankan bahwa regulasi berperan penting dalam melindungi konsumen sekaligus membangun kepercayaan terhadap produk pangan olahan. Keamanan produk, ketepatan informasi, dan klaim dalam iklan harus didukung bukti yang memadai agar konsumen tidak memperoleh informasi yang keliru atau menyesatkan.

Picture3.png

Narasumber kedua, Dr. Ir. Miftakhur Rohmah, S.P., M.P., Dosen Teknologi Hasil Pertanian Universitas Mulawarman, menyampaikan materi “Inovasi Pangan untuk Ketahanan Pangan: Bukti, Risiko, dan Peran Akademisi”. Paparan ini mengulas pentingnya pengembangan inovasi pangan yang berangkat dari kebutuhan masyarakat dan didukung bukti ilmiah. Akademisi memiliki peran strategis dalam melakukan penelitian, menilai manfaat dan risiko, serta mengomunikasikan hasil kajian secara bertanggung jawab agar inovasi dapat diterapkan dengan aman dan berkontribusi terhadap ketahanan pangan.

Picture4.png

Narasumber ketiga, Rifah Musrifah, S.Si., dari Komite Regulasi Teknis Pangan, Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Seluruh Indonesia (GAPMMI), menyampaikan materi “Inovasi Pangan Berbasis Bukti untuk Ketahanan Pangan yang Aman, Legal, dan Dipercaya”. Materi tersebut menghadirkan perspektif dunia usaha mengenai pentingnya keselarasan antara inovasi, pemenuhan regulasi, keamanan produk, dan kebutuhan konsumen. Kepatuhan sejak tahap pengembangan produk menjadi fondasi agar inovasi dapat dipasarkan secara legal, berdaya saing, dan memperoleh kepercayaan masyarakat.

Picture5.png

Melalui pemaparan para narasumber dan sesi diskusi, peserta memperoleh pemahaman bahwa inovasi pangan tidak cukup hanya menawarkan kebaruan. Setiap produk dan klaim yang disampaikan kepada masyarakat harus memiliki dasar bukti yang kuat, mempertimbangkan potensi risiko, memenuhi ketentuan yang berlaku, serta dikomunikasikan secara jujur dan bertanggung jawab.

WhatsApp Image 2026-09-10 at 08.35.25.jpeg

Webinar Series #12 diharapkan memperkuat sinergi antara akademisi, regulator, pelaku usaha, dan masyarakat dalam membangun ekosistem inovasi pangan yang berintegritas. Kolaborasi tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui produk yang aman, legal, berbasis bukti, dan dipercaya konsumen.

Bagikan: