Home  /  News  /  Akademik
27 Apr 2026  •  /fmn

Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman (Faperta Unmul) menyelenggarakan kegiatan Focus Group Discussion (FGD) dengan tema “Ketahanan Pangan Kalimantan Timur Berbasis Kekuatan Adat dan Kearifan Budaya”. Kegiatan ini menjadi forum strategis dalam membahas penguatan ketahanan pangan daerah melalui pendekatan budaya, adat istiadat, dan potensi lokal Kalimantan Timur.

Kegiatan diawali dengan registrasi peserta pada pukul 08.30 WITA yang kemudian dilanjutkan dengan pembukaan oleh pembawa acara. Suasana kegiatan berlangsung khidmat melalui menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya yang diikuti seluruh peserta, dilanjutkan dengan pembacaan doa.

Sambutan pertama disampaikan oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Dr. Ir. H. Fahrunsyah, M.P. Dalam sambutannya, beliau menegaskan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, tokoh adat, dan masyarakat dalam membangun sistem ketahanan pangan yang berkelanjutan berbasis kearifan lokal.

Selanjutnya, sambutan sekaligus pembukaan kegiatan disampaikan oleh Rektor Universitas Mulawarman selaku Ketua DKN yang pada kesempatan tersebut diwakili oleh Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Universitas Mulawarman, Prof. Dr. Drs. Moh. Bahzar, M.Si.. Dalam sambutannya disampaikan bahwa ketahanan pangan menjadi isu strategis yang memerlukan sinergi lintas sektor, termasuk penguatan nilai budaya dan adat sebagai bagian dari solusi pembangunan daerah.

Kegiatan FGD dipandu oleh moderator Dr. Ir. Rudarmono, M.P. dengan notulen Suryana, S.P., M.Si. Diskusi menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang yang memberikan pandangan dan gagasan terkait penguatan ketahanan pangan di Kalimantan Timur.

Narasumber pertama, Fahmi Himawan, S.T., M.T., memaparkan materi mengenai strategi dan inovasi pengembangan ketahanan pangan berbasis teknologi serta potensi daerah yang dapat dioptimalkan untuk mendukung kemandirian pangan masyarakat.

Selanjutnya, Prof. Dr. Ir. HM Aswin, M.M. menyampaikan pentingnya peran kebijakan dan penguatan sumber daya lokal dalam menjaga stabilitas pangan daerah di tengah tantangan global dan perubahan sosial masyarakat.

Materi berikutnya disampaikan oleh Ir. Awang Yacoub Luthman, M.M., M.Si. yang menyoroti pentingnya pelestarian budaya dan kekuatan adat dalam mendukung keberlanjutan sistem pangan lokal di Kalimantan Timur.

Sementara itu, Dr. Setia Lenggono, S.Sos., M.Si. memaparkan perspektif sosial dan budaya dalam pembangunan ketahanan pangan masyarakat, termasuk penguatan partisipasi komunitas lokal dalam menjaga keberlangsungan pangan berbasis kearifan budaya.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif antara peserta dan seluruh narasumber. Berbagai gagasan, masukan, serta pandangan strategis disampaikan guna memperkuat sistem ketahanan pangan yang adaptif, berkelanjutan, dan berbasis potensi lokal Kalimantan Timur.

Sebagai penutup kegiatan FGD, dilakukan penyerahan sertifikat kepada para narasumber sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dan partisipasi dalam kegiatan tersebut.

Setelah pelaksanaan FGD, kegiatan dilanjutkan dengan Sosialisasi B2SA oleh Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kalimantan Timur. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pola konsumsi pangan yang Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman (B2SA).

Melalui kegiatan ini, Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman berharap dapat memperkuat sinergi antara dunia akademik, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan ketahanan pangan berbasis adat dan kearifan budaya lokal di Kalimantan Timur.