Home  /  News  /  Akademik
21 Apr 2026  •  /fmn

Samarinda, 18 April 2026 — Universitas Mulawarman (Unmul) kembali menggelar Wisuda Gelombang I Tahun 2026 dengan meluluskan sekitar 1.617 wisudawan dan wisudawati dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari profesi, sarjana, magister, hingga doktor. Di tengah suasana perayaan akademik tersebut, isu pengelolaan sampah menjadi perhatian penting yang turut diangkat dalam rangkaian kegiatan.

Momentum wisuda yang identik dengan keramaian dan peningkatan aktivitas sering kali berbanding lurus dengan bertambahnya volume sampah, terutama sampah plastik dan sisa makanan. Kondisi ini mendorong perlunya kesadaran kolektif bahwa tanggung jawab terhadap lingkungan tidak dapat diabaikan, mengingat dampaknya tidak hanya dirasakan secara individu, tetapi juga oleh masyarakat luas.

Pada Wisuda Gelombang I kali ini, Bank Sampah Fakultas Pertanian (Faperta) Unmul hadir aktif melakukan edukasi sekaligus aksi nyata melalui kegiatan pemungutan dan pemilahan sampah bernilai. Inisiatif ini bertujuan mendorong partisipasi seluruh civitas akademika serta meningkatkan kesadaran akan pentingnya pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan.

Direktur Bank Sampah Faperta Unmul, Ananda Bayu Saputra, menegaskan komitmen pihaknya dalam setiap pelaksanaan wisuda. “Setiap gelombang wisuda, kami selalu hadir untuk memberikan edukasi sekaligus melakukan pengelolaan sampah. Tujuannya tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga menanamkan prinsip bahwa sampah adalah tanggung jawab masing-masing individu,” ujarnya.

Partisipasi dalam program “Sarjana Sadar Sampah” tahun ini menunjukkan peningkatan signifikan. Jika sebelumnya relawan hanya berjumlah sekitar 30 orang, pada gelombang ini jumlahnya mencapai lebih dari 55 volunteer. Menariknya, keterlibatan tidak hanya berasal dari Fakultas Pertanian, tetapi juga melibatkan mahasiswa dari berbagai fakultas lain seperti FKIP dan Farmasi. Hal ini mencerminkan meningkatnya minat dan kepedulian mahasiswa terhadap isu lingkungan di lingkungan kampus.

Dari kegiatan tersebut, total sampah yang berhasil dikumpulkan mencapai 386,34 kilogram, terdiri dari botol plastik, kemasan duplex, serta sampah non-bernilai. Seluruh sampah dipilah langsung di lokasi berdasarkan jenisnya. Sampah bernilai kemudian dikelola lebih lanjut, sementara sisanya ditangani sesuai prosedur pengelolaan yang berlaku.

Selain aksi lapangan, Bank Sampah Faperta Unmul juga membuka peluang bagi para lulusan untuk tetap berkontribusi dalam pengelolaan sampah. Salah satu bentuknya adalah dengan menyalurkan limbah kertas, seperti draft skripsi yang tidak terpakai, ke bank sampah untuk ditabung atau didonasikan. Langkah ini diharapkan dapat mengurangi praktik pembakaran sampah maupun penumpukan di tempat pembuangan akhir (TPA).

Melalui gerakan ini, diharapkan para lulusan tidak hanya membawa gelar akademik, tetapi juga kesadaran dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan demikian, semangat “Sarjana Sadar Sampah” dapat terus tumbuh dan menjadi bagian dari budaya berkelanjutan di Universitas Mulawarman.