#


Akreditasi C

SK BAN-PT No. 022/BAN-PT/Ak-VV/S1/IX/2002


Penyusunan visi,misi, tujuan dan sasaran Jurusan Agribisnis ini dilakukan dalam pertemuan / rapat yang dipimpin oleh Ketua Jurusan Agribisnis, dimana penyusunan visi, misi, Tujuan, dan sasaran di turunkan dari visi, misi, tujuan dan sasaran Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman. Penyusunan visi, misi, tujuan dan sasaran Jurusan Agribisnis melibatkan seluruh dosen tetap pada Jurusan Agribisnis di Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman dengan mempertimbangkan masukan yang diberikan oleh pengguna lulusan, pakar, para alumni, dosen, tenaga kependidikan serta mahasiswa, selain itu juga mempertimbangkan segala potensi yang ada dengan mengikuti perkembangan dan kebutuhan masyarakat serta berkesinambungan. Dengan penetapan visi, misi, tujuan dan sasaran Jurusan Agribisnis yang berkesinambungan maka dapat dicapai pengembangan kualitas Jurusan yang terintegrasi, yang senantiasa tanggap dan peka terhadap berbagai perubahan, memiliki akuntabilitas, akreditasi dan evaluasi diri sebagai paradigma baru pendidikan tinggi yang tidak hanya bertumpu pada bidang Agribisnis tetapi juga dikaitkan dengan bidang-bidang yang lain. Draft dokumen visi, misi, tujuan dan sasaran Jurusan Agribisnis kemudian dibahas dan ditetapkan bersama dalam rapat dosen.


Visi Program Studi

Menjadikan Jurusan Agribisnis sebagai pusat pendidikan dan informasi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang agribisnis dengan kekhasan produk pertanian tropika basah yang mampu menghasilkan sarjana yang berkualitas, profesional dan mandiri.

Misi Program Studi

Misi dari Jurusan Agribisnis sebagai berikut :

  • Menyelenggarakan pendidikan tinggi yang terencana dan berkualitas untuk menghasilkan lulusan yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, berkompetensi tinggi, dan berjiwa wirausaha.
  • Meningkatkan relevansi ilmu dan kualitas penelitian dalam bidang agribisnis serta mengaplikasikannya di tengah masyarakat
  • Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi di bidang agribisnis untuk kepentingan masyarakat.

Tujuan Program Studi

Tujuan dari Jurusan Agribisnis sebagai berikut :

  • Menghasilkan sarjana pertanian di bidang agribisnis yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, mampu belajar secara mandiri, berwawasan global, beretos kerja tinggi, menjadi tenaga profesional yang tangguh dan berdaya saing tinggi.
  • Menjawab kebutuhan institusi pemerintah, swasta dan masyarakat Kalimantan Timur dalam memenuhi sarjana agribisnis yang kompeten.
  • Merespon perubahan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi maupun masalah yang dihadapi oleh masyarakat Kalimantan Timur khususnya dalam bidang agribisnis.


Sasaran Program Studi dan Strategi Pencapaiannya

Sasaran dari Jurusan Agribisnis adalah sebagai berikut :
1. Tersusun dan terselenggaranya kurikulum yang dinamis berbasis kompetensi di bidang agribisnis yang sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) dan berorientasi pada kebutuhan stakeholders.

Strategi :

  • Meningkatkan kualitas dosen dengan menempuh jenjang pendidikan yang lebih tinggi.
  • Menyelenggarakan pelatihan-pelatihan penunjang berbasis kompetensi.
  • Meningkatkan kualitas dan kuantitas dosen yang didukung oleh sistem rekrutmen dan pengembangan yang efektif.
  • Mengembangkan iklim kerja yang kondusif, budaya akademik, kompetisi ilmiah, keahlian dan keterampilan bagi dosen.
  • Membentuk sikap, moral, dan etika.
  • Mengembangkan rasa disiplin dan penuh tanggung jawab.
  • Mengembangkan penelitian yang dapat menunjang pengembangan iIptek, pembangunan, dan institusi.
  • Mengembangkan kreativitas melalui berbagai inovasi interaktif.
  • Meningkatkan kompetensi kewirausahaan dosen.
  • Menumbuhkan kebutuhan untuk terus maju dan meningkat.
  • Memonitor dan mengevaluasi setiap kemajuan yang telah dicapai dan menentukan apakah tujuannya telah sesuai kebutuhan untuk peningkatan mutu.
  • Peningkatan relevansi dan kualitas pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.


2. Terciptanya susunan akademis (academic atmosphare) yang kondusif dalam proses belajar mengajar.

Strategi :

  • Meningkatkan penguasaan aspek kognitif dalam bentuk kemampuan.
  • Meningkatkan penguasaan aspek efektif yang lebih komprehensif.
  • Mengkondisikan suasana dengan menjadikan mahasiswa sebagai partner dalam transfer ilmu dalam proses belajar dan mengajar melalui diskusi formal maupun informal.
  • Membuat SAP berdasarkan SCL (Student Center Learning).
  • Memotivasi mahasiswa untuk senantiasa berpikir kritis, dan memberikan pemahaman bahwa inovasi adalah merupakan suatu kebutuhan.
  • Meningkatkan skill dalam penguasaan penggunaan peralatan IT pada saat proses pengajaran dan mengkombinasi melalui sistem multimedia dengan tujuan memancing daya tarik mahasiswa untuk memahami terhadap materi yang diberikan.
  • Memberikan pemahaman kepada mahasiswa bahwa ilmu pengetahuan adalah poweryang merupakan pondasi bagi kehidupan kedepan.
  • Meningkatkan kualitas sarana pembelajaran.
  • Meningkatkan kualitas kegiatan evaluasi pembelajaran.
  • Melakukan perbaikan yang berkesinambungan.


3. Dihasilkannya lulusan yang mampu merumuskan berbagai pendekatan dalam memecahkan masalah di bidang agribisnis secara berkelanjutan.
Strategi :

  • Mempersiapkan mahasiswa untuk memiliki jiwa wirausaha (entrepeneur) dimana mahasiswa diharapkan untuk bisa “membuat lapangan pekerjaan” dan “bukan mengharapkan pekerjaan.
  • Membentuk “link” and “match” antara perguruan tinggi dengan dunia kerja, serta dengan melibatkan peran stakeholder.
  • Membentuk mutu lulusan yang berorientasi secara kualitasbukan kuantitas sehingga lulusan siap menghadapi dunia kerja, berkreasi dengan ide, disertai dengan inovasi sesuai dengan kompetensinya.
  • Mewujudkan soliditas team workyang solid searah pemahaman visi yang sama dengan mengesampingkan kepentingan antar individu.
  • Memberikanbeasiswa tepat sasaran.
  • Meningkatkan intensitas bimbingan dosen kepada mahasiswa.
  • Meningkatkan kualitas pembinaan kegiatan kemahasiswaan.
  • Mengaktualisasikan minat, bakat, dan penalaran mahasiswa.


4. Pusat informasi dan pengembangan di bidang agribisnis yang berorientasi pada proses pemberdayaan masyarakat dan pembangunan daerah.
Strategi :

  • Membuat kerangka dasar dalam penyusunan sistem jaringan infrastuktur agribisnis yang mendukung pengembangan pemberdayaan masyarakat dan pembangunan daerah.
  • Membentuk konsep pengelolaan informasi ruang kawasan sentra agribisnis yang diwujudkan dalam struktur dan pola pemberdayaan masyarakat dan pembangunan daerah.
  • Menyusun pedoman sebagai bahan masukan kebijakan pengelolaan ruang agribisnis berbasis pemberdayaan masyarakat.
  • Mengadakan sosialisasi ke berbagai instansi pemerintahan, swasta, dan Lembaga Swadaya Masyarakat.


5. Terciptanya jaringan kerjasama dengan stakeholders (pemerintah, swasta, dan masyarakat) di bidang agribisnis.

Strategi :

  • Membangun komitmen kemitraan, yaitu kesepakatan dimana semua pihak mentaati kesepakatan yang telah dibuat bersama.
  • Memperluas jaringan kerjasama antar lembaga pemerintahan, swasta dan pihak-pihak lainnya.
  • Menjaga kepercayaan (trust) demi tercapainya hubungan kerjasama dalam jangka panjang.