Audiensi membahas riset kolaboratif, MBKM Kampus-Berdampak, teknologi pakan, pemasaran digital berbasis AI, pengolahan pakan hingga inisiasi pelepasan galur genetik domba Kalimantan Timur.
Samarinda – Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman menerima audiensi Dewan Pengurus Daerah Himpunan Peternak Domba Kambing Indonesia (DPD HPDKI) Kalimantan Timur pada Rabu, 2 September 2026. Pertemuan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 WITA tersebut menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antara perguruan tinggi dan organisasi peternak dalam pengembangan peternakan domba-kambing di Kalimantan Timur.
Delegasi HPDKI yang hadir terdiri atas Bapak Hadi Saputro, Pelaksana Tugas Ketua DPD HPDKI Kalimantan Timur; Adung KS Utomo, Sekretaris DPD HPDKI Kalimantan Timur; Rendy, Bendahara DPD HPDKI Kalimantan Timur; H. Sholikan, Ketua DPC HPDKI Kabupaten Kutai Kartanegara; Thoha Hiema, Ketua DPC HPDKI Kota Balikpapan; serta Wahyu Setiawan, Sekretaris DPC HPDKI Kota Balikpapan.

Rombongan diterima langsung oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman, Dr. H. Ir. Fahrunsyah, M.P., didampingi Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Ir. Suhardi, S.Pt., M.P., Ph.D., serta Kasub Pokja Kemahasiswaan, Alumni, dan Kerja Sama, Ahmad Halim dan tim.
Audiensi berlangsung hangat, terbuka, dan produktif dengan membahas sejumlah agenda strategis. Salah satu pembahasan utama adalah pengembangan kolaborasi riset antara akademisi Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman dan HPDKI sebagai organisasi nonpemerintah yang bersentuhan langsung dengan peternak serta pelaku usaha di lapangan.
Kolaborasi tersebut direncanakan memiliki landasan kelembagaan yang kuat melalui penyusunan dokumen Memorandum of Understanding (MoU), Memorandum of Agreement (MoA), dan Implementation Arrangement (IA). Payung hukum ini diperlukan agar setiap kegiatan dapat dilaksanakan secara terarah, terukur, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi kedua belah pihak serta masyarakat peternakan.
Dalam bidang pendidikan, Fakultas Pertanian dan HPDKI menjajaki pelaksanaan Studium Generale bersama Program Studi Peternakan. Kegiatan ini diharapkan dapat memperluas wawasan mahasiswa mengenai kondisi aktual industri peternakan, manajemen usaha, pembibitan, produksi, pemasaran, serta berbagai tantangan yang dihadapi peternak domba dan kambing di Kalimantan Timur.
Kolaborasi juga akan diarahkan pada program praktisi mengajar dan dosen tamu. Melalui program tersebut, praktisi HPDKI dapat berbagi pengalaman lapangan di ruang kuliah, sedangkan akademisi dapat memberikan pendampingan ilmiah dan teknologi kepada peternak. Pertemuan antara pengetahuan akademik dan pengalaman praktis ini diharapkan melahirkan solusi yang lebih relevan dan mudah diterapkan.
Agenda penting lainnya adalah penyelenggaraan magang berdampak atau program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) selama enam bulan. Lokasi peternakan yang menjadi tempat magang harus memenuhi standar kelayakan untuk kegiatan akademik, memiliki aktivitas usaha yang jelas, serta mampu menyediakan lingkungan pembelajaran yang aman dan mendukung peningkatan kompetensi mahasiswa.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa ditegaskan harus diperlakukan sebagai peserta didik dan mitra pembelajaran, bukan sebagai buruh. Program magang perlu dilengkapi dengan rencana kerja, target kompetensi, pembimbing lapangan, pembagian tugas yang proporsional, serta logbook yang komprehensif untuk mencatat dan mengevaluasi seluruh aktivitas mahasiswa.
Audiensi turut membahas penyelenggaraan sharing session pemasaran digital yang mempertemukan pelaku usaha peternakan dengan mahasiswa. Mahasiswa yang memiliki kemampuan di bidang teknologi informasi, media sosial, desain, pemasaran digital, dan Artificial Intelligence (AI) dapat dilibatkan untuk membantu meningkatkan daya saing produk peternakan.
Kolaborasi ini membuka peluang bagi mahasiswa untuk mendukung pengembangan merek, pembuatan konten promosi, pemanfaatan lokapasar, analisis konsumen, serta penyusunan strategi pemasaran berbasis data. Pada saat yang sama, mahasiswa memperoleh ruang untuk mengaplikasikan pengetahuan dan kreativitasnya dalam menyelesaikan permasalahan usaha secara langsung.
Pada aspek kebijakan, kedua pihak membahas inisiasi penyusunan Peraturan Gubernur tentang pembibitan domba di Kalimantan Timur. Penyusunan regulasi tersebut memerlukan dukungan kajian akademik agar kebijakan yang dihasilkan memiliki dasar ilmiah serta mempertimbangkan potensi wilayah, kualitas sumber daya genetik, sistem produksi, kesehatan ternak, ketersediaan pakan, dan kebutuhan pasar.
Aspek pakan juga menjadi perhatian karena sangat menentukan produktivitas, kesehatan, dan efisiensi usaha peternakan. Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman berpotensi memberikan pendampingan dalam peningkatan kualitas dan kuantitas pakan, penyusunan formulasi ransum, pemanfaatan sumber daya pakan lokal, serta penerapan teknologi pengolahan dan pengawetan pakan ternak.
Dalam jangka panjang, kolaborasi ini menargetkan inisiasi penelitian dan pemuliaan untuk menghasilkan serta melepaskan galur genetik ternak domba hasil pengembangan Kalimantan Timur. Target tersebut memerlukan proses bertahap melalui identifikasi sumber daya genetik, pencatatan silsilah, seleksi, pengujian performa, karakterisasi fenotipik dan molekuler, serta pemenuhan ketentuan regulasi yang berlaku.
Pertemuan ini menjadi langkah awal untuk membangun ekosistem peternakan yang menghubungkan perguruan tinggi, organisasi peternak, pemerintah, mahasiswa, dan pelaku usaha. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat pendidikan berbasis pengalaman, mempercepat hilirisasi hasil penelitian, meningkatkan kapasitas peternak, serta mendorong tumbuhnya usaha peternakan domba-kambing yang produktif dan berkelanjutan.

Melalui kemitraan antara Fakultas Pertanian Universitas Mulawarman dan HPDKI Kalimantan Timur, peternakan domba-kambing di Bumi Etam diharapkan berkembang semakin maju, berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap ketahanan pangan serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.